Buah Merah Tabi – Mulai tanggal 17 Agustus 2015 Sudah Diproses di Khalkote

Buah Merah Tabi – Mulai tanggal 17 Agustus 2015 Sudah Diproses di Khalkote, tepatnya di BANANA Leaf Cafe milik KSU Baliem Arabica dan PAPUAmart.com

Di Jalan Festival Danau Sentani (FDS) ini telah hadir sebuah unit usaha mini, Cafe Buah Merah dalam BANANA Leaf Cafe. FDS selalu dilaksanakan sekali setiap tahun, di pertengan tahun berjalan.

Cafe Buah Merah ialah tempat pengolahan Buah Merah yang berasal dari Kabupaten Keerom, Kabupaten Mamberamo Raya, Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura, yaitu Wilayah Adat Tabi atau sering disebut wilayah Memberamo – Tami (Mamta).

Cafe Buah Merah Tabi merupakan sebuah jaringan dari produksi Buah Merah binaan CV. BANANA Leaf Cafe, mintra KSU Baliem Arabica.

CV BANANA LEAF Cafe bergerak sebagai Cafe untuk
1. Cafe Pengembangan Ekonomi Keraykatan (Cafe Bisnis Papua)
2. Cafe Hosting Website Papua
3. Cafe pengembagnan Herbal Papua (Buah Merah, dan Dokter Adat Papua)
4. Cafe Kopi Papua

Diharapkan Cafe ini menjadi induk pengembangan Ekonomi Kerakyatan Papua.

Buah Merah Mix | Essensa Naturale [HD]

Minyak Buah Merah malahan meledak penjualannya di Filipina. Padahal tanaman ini hanya ada di Pulau New Guinea. Produksi dari manakah? Kalau buhakn dari Tanah Papua?

Pertanyaan sekarang, mereka beli bahan mentah dari mana? Siapa petani Kopi yang sudah terorganisir baik, profesional dan mendapat manfaat dari penjualan Buah Merah sampai ke negara lain seperti ini?

MINYAK BUAH MERAH PAPUA

Dengan menampilkan video ini kembali di blog kami, maka kami usulkan kepada semua orang Papua, pemilik hak intelektual dan hak ulayat atas Buah Merah Papua untuk bangkit, demi kemandirian dan kesejahteraan kita semua. Eksploitasi Minyak Buah Merah oleh para pendatang perlu dihentikan.

Carabnya bukan dengan melarang atau mematikan usaha-usaha non-Papua yang sudah ada, tetapi dengan cara bangkit dan mempromosikan sendiri, bersaing secara sehat.

Buah Merah Karlos tidak mengenal Musim Buah, Ia berbuah Sepanjang Tahun

Pada waktu PAPUAmart.com melakukan kunjungan ke Bapak Karlos Karoba Tawy hari ini 05 Agustus 2015 kami sedikit bercerita tentang Buah Tawy (Buah Merah) dan musimnya. Menurut pengalaman kami di pegunungan memang Buah Merah (Tawy) punya musim. Dan pada bulan tertentu saja ia berbuah dan pada bulan tertentu ia matang.

Akan tetapi cerita itu tidak berlaku buat Bapak Karlos Karoba Tawy, karena tanaman Tawy dari Karlos tidak menegnal musim. Menurutnya, “Semua buah merah di sini berbuah setiap saat dia mau berbuah, tidak pernah ada musim buah merah”, katanya singkat.

Kami berbicang tentang musim dan cuaca, dan kami ketahui bahwa memang cuaca di wilayah Angkasapura Jayapura tidak sama dengan cuaca pada umumnya di Pegunungan Tengah tanah Papua. Memang ada kesamaan dari sisi sejuknya, tetapi musim tidak sama. Karena buah merah di Angkasapura berada di daerah pesisir, persis di wilayah pinggiran laut Kota Port Numbay, maka dampaknya musim buah dari buah merah dapat terjadi kapan saja.

Tim  PAPUAmart.com tahu sekarang bahwa di bagian dataran rendah tanah Papua tidak terlalu nampak musim atau tidak musim dari buah merah, walaupun musim dan tidak musimnya di wilayah pegunungan sangat nampak.

Kami berharap mendapatkan pengetahuan baru lagi saat bertemu dengan Bapak Karlos Karoba Tawy di waktu-waktu mendatang. Kunjungan kali ini untuk memantapkan rencana pendirian Kios KK-Lingkar sebagai Titik Supply Minyak Buah Merah dan Advokat untuk dijual di Bagian “Specialty Products” di minimarket  PAPUAmart.com di Jalan Raya Sentani, Hawai No. 05, Sentani dan toko Online  PAPUAmart.com.

Khasiat Buah Merah Karloas Karoba sudah banyak menyembuhkan penyakit

Karlos Karoba bertempat tinggal di Angkasapura, Jayapura atau Port Numbay bercerita banyak tentang orang yang disembuhkan oleh Buah Merah (Tawy) olahannya, yang dikerjakannay sendiri di rumahnya.

Katanya ada pengidap penyakit mematikan, ada penyakit sederhana dan ada pula penyakit yang sulit diterka, tetapi setelah minum Minyak Buah Merah Karlos maka mereka menjadi sembuh.

Dari banyak cerita yang disampaikan oleh Karlos Karoba sendiri maupun cerita dari para pasien yang telahd isembuhkannya, maka kami dari PAPUAmart.com mengambil kesimpulan bahwa memang Buah Merah Karlos Karoba perlu dijadikan salah satu produk yang kami promosikan dan jual di minimarket (secara offline), maupun secara online. Bahkan kami juga bersedia melakukan barter dengan Bapak Karlos Karoba. Misalnya dengan cara kami menyediakan Sembako di Kios Kecil atas Nama CV. Buah Merah Karlos Karoba dan Bapak Karlos sendiri menyediakan Minyak Buah Merah Karlos Karoba dengan jumlah dan frekuensi yang disepakati bersama.

Kami berharap supaya dengan cara ini makin banyak orang di seluruh Tanah Papua, di seluruh Indonesia dan di seluruh dunia mendapatkan manfaat dari Minya Buah Merah Karlos.

Minyak Buah Merah memang banyak, tetapi Minyak Buah Merah Karlos Karoba Tawy ialah minyak Buah Merah buatan tangan Bapak Karlos sendiri dan minyak Buah Merah Karlos ini telah terbukti menyembuhkan berbagai penyakit yang ada pada banyak orang. Oleh karena itulah kami sedang promosikan Minyak Buah Merah Karlos Karoba tersendiri, terpisah daripada Minyak Buah Merah yang kami jual di PAPUAmart.com, baik yang kami oleh di Wamena, di Manokwari, di Nabire, di Merauke dan di Jayapura sendiri.

Karlos Karoba dan Minyak Buah Merah di Angkasapura, Jayapura

Angkasapura Jayapura tidak hanya terkenal karena didiami oleh para elit Provinsi Papua, tidak juga karena lembah sunyi yang dinanyikan oleh Black Brothers, grup lagu pop Melanesia yang legendaris itu.

Angkasapura juga terkenal karena satu orang ini, yaitu Karlos Tawy Karoba.

Sebagai anak-cucu dari Tawy, yang dalam bahasa Lani berarti “Buah Merah” itu sendiri, maka riwayat Karlos Karoba Tawy di Angkasapura perlu dicatat dari sisi kesuksesannya mensosialisasikan khasiat Minyak Tawy (Buah Merah) dari Tanah Papau kepada bangsa-bangsa di dunia.

Mengapa bangsa-bangsa di dunia? Karena letaknya yang strategis dan keikutsertaan Pak Karlos Karoba Tawy dalam berbagai pameran dan pesta di Provnsi Papua, maka Minyak Buah Merah Karlos Karoba yang berlokasi tempat tinggal di Angkasapura di Jayapura tidak asing lagi di telinga para penderita berbagai penyakit modern ataupun bagi para elit di Tanah Papua.

Karlos Karoba sehari-harinya ialah seorang Petani Buah Merah itu sendiri. Dengan isterinya di usia yang sudah lanjut, keduanya tidak punya pekerjaan lain, selain mengandalkan Buah dari Sorga ini, buah yang diturunkan dari Langit untuk Kesembuhan umat Manusia yang menderita berbagai penyakit modern yang mematikan, seperti HIV/ADIS, Tumor, Kanker, Asam-urat, lemah syahwat, gangguan ingatan.

Semoga karya Karlos Karoba ini menjadi kenangan bagi kita semua.

Semoga siapa saja yang datang ke Ibukota Provinsi Papua, Jayapura, tidak lupa kepada ketekunan Karlos Karoba dalam mengembangkan produk Minyak Buah Merah dan paling tidak membeli satu botol produknya.

Untuk informasi dan pembelian, silahkan hubungi:

Hello world! Inilah BuahMerahWAMENA.com

Hello World! Salam jumpa buat kita semua di blog ini.

Blog ini sengaja kami hadirkan dengan tujuan mempromosikan informasi yang edukatif tentang identitas sesungguhnya dari Minyak Tawy (bukan minyak buah merah), tentang hubungannya dengan Masyarakat Adat Papua, hubungannya dengan sains, dan hubungannya dengan kesehatan kita semua dan apa yang dapat kami lakukan untuk memastikan diri kita mendapatkan manfaat kesehatan daripadanya.

Ada banyak manfaat dari Minyak Tawy, baik untuk dikonsumsi untuk bagian dalam tubuh ataupun dapat digosok di luar tubuh (sebagai suplemen bagi organ dalam ataupun obat luar).

Kami sebagai pemilik hak ulayat dan hak intelektual dari Tawy sebagai sebuh makanan tradisional mendorong diri sebagai pemegang otoritas adat untuk hadir di sini menyampaikan berbagai informasi, membenarkan informasi yang keliru atau menyimpang dari fakta dan realitas dan menjadi penyedia Minya Tawy bagi kesembuhan dan kesehatan kita semua seantero muka Bumi.

Sebagaimana “tongkat Kinky Stick” dari China disebut sebagai tongkat Kesembuhan yang China telah sumbangkan untuk kemanusiaan dan kesehatan umat manusia, kini Minyak Tawy hadir sebagai “jamu kesehatan” yang disumangkan Papua untuk kemanusiaan dan sekalian umat manusia yang butuh sembuh dari berbagai sakit-penyakit yang berat maupun ringan. Silahkan baca di situs ini ataupun yang lainnya tentang apa yang dapat dilakukan Minya Tawy untuk kesehatan kita sekalian.
Sebuah berkat Sang Pencipta yang tersembunyi begitu lama, tetapi kini terkuat rahasia bagi kita. Tinggal kita harus mensyukuri dan memanfaatkannya bagi kesehatan kita sekalian, bukan dengan cara menginjak-injak nilai-nilai budaya dan hubungan orang Papua dengan “buah merah”-nya, tetapi dengan menghargai dan melindungi itu dan selanjutnya menerima manfaat dari kearifan lokal ini.
Dalam tulisan pertama ini, kami patut mengucapkan “Terimakasih sedalam-dalamnya dan setinggi-tingginya setulus-tulusnya kepada Bapak I Made Budi atas terobosan ilmiah yang telah dilakukannya sehingga memperkenalkan secara luas di kalangan masyarakat modern tentang ‘khasiat buah merah’ atau manfaatnya buat kesehatan manusia.

Sebelum Pak I Made Budi kami kenal ada beberapa mahasiswa pendahulu yang telah melakukan penelitian dan menulis skripsi tentang “Buah Merah” tetapi hasil penelitian mereka tidak pernah langsung dikaitkan dengan kesehatan manusia seperti terobosan yang dilakukan Pak Made.

Menyusul terobosan Pak Made, maka sudah banyak ilmuwan meneliti berbagai aspek dari “Minyak Tawy” (atau dalam bahasa Lani disebut Tawy Wanggene) itu sendiri. Berbagai kesimpulan memberikan dukungan penuh kepada kesimpulan awal yang diambil oleh I Made Budi, bahwa manfaat untuk kesehatan manusia begitu banyak.

Kami undang kita sekalian terus mengikuti artikel-artikel berikut menelusuri “Tawy” dari sisi Adat atau Sosio-Budaya, dari sisi Ilmu Pengetahuan (Sains) dalam kaitannya dengan kesehatan manusia dan dari sisi Bisnis.

Budidaya Buah Merah dan Kopi Disosialisasikan di Deiyai

Diposkan oleh : Ones Madai on July 18, 2014 at 12:53:24 WP [Editor : ]

Deiyai, 18/7 (Jubi) – Kantor Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Deiyai mengadakan sosialisasi tentang pentingnya perlindungan dan konservasi kerusakan lingkungan hidup dengan wujudkan partisipasi pengendalian dampak perubahan iklim, lebih khususnya budidaya buah merah dan kopi.

Kepala Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Deiyai, Moses Pekei mengatakan, salah satu dalam sosialisi ini yang lebih diutamakan, yakni bagaimana masyarakat dapat budidaya bibit kopi dan buah merah yang ada di wilayah pemerintah Kabupaten Deiyai.
“Penanam bibit buah merah dan bibit kopi, agar masyarakat dapat kembangkan berdasarkan potensi unggul di kampung masing-masing,” ungkap Moses kepada tabloidjubi.com di Balai Sosial Katolik (Soskat), Waghete II, Distrik Tigi, Kabupaten Deiyai, Papua, Kamis (17/7).

Menurut Moses, berdasarkan hasil survei yang dilakukan tim dari Badan Lingkungan Hidup, telah mendata sedikitnya pengusaha buah merah 237 orang dan pengusaha kopi 178 orang. “Ini jumlah yang sangat luar biasa. Semoga tahun 2015 terjadi peningkatan dalam budidaya bibit kopi maupun buah merah,” ungkapnya.
Sebagai kampung percontohan budidaya buah merah dan kopi, Moses mengatakan, pihaknya mendata lebih fokus ke distrik yang aksesnya mudah dijangkau dari Kabupaten Deiyai, seperti Distrik Tigi, Distrik Tigi Timur dan Distrik Tigi Barat. “Kalau dua distrik lainnya seperti Distrik Bouwobado dan Distrik Kapiraya, membutuhkan transportasi udara. Jadi, membutuhkan jumlah dana yang besar,” katanya.

Dalam tahun anggaran 2015, kata Moses, dirinya berkomitmen akan mesurvey ke Distrik Bouwobado dan Distrik Kapiraya. “Tahun ini jumlah dananya sangat minim dan dari dinas terkait, kita utamakan distrik percontohan budidaya buah merah dan kopi. Pendataan ini akan dilakukan secara serentak di tahun 2015,” paparnya.

Tujuan dari pada sosialisasi budidaya buah merah dan kopi ini, kata Moses, untuk mendorong masyarakat meningkatkan ekonomi keluarga, dalam hal ini upaya untuk menghasilkan buah merah dan kopi. Sebab di daerah ini yang bisa mendatangkan uang yang jumlah besar, ialah sari buah merah dan kopi. “Sekaligus merealisasi peraturan pemerintah pusat tentang normalisasi kampung dimana disebut proklim,” katanya.

Salah satu warga yang hadir dalam sosialisi ini, Marinus Pakage menanyakan, sekalipun masyarakat menanam buah merah maupun kopi tetapi tentunya membutuhkan peralatan penyaring dan penggilingan kopi. “Bagaimana dinas terkait menyikapi hal ini?” kata bertanya.

Lalu pertanyaan ini dijawab Moses. Menurutnya, alat-alat yang membantu masyarkat untuk meningkatkan produksi warga jelas membutuhkan banyak peralatan. “Untuk pengadaan peralatan adalah tupoksinya instansi lain. Tapi, pihaknya akan koordinasi ke Bupati Deiyai dan dinas terkait agar merealisasi peralatan itu,” katanya..
Guna mendukung budidaya buah merah dan kopi, kata Moses, dirinya tetap memberikan sosialisasi, pendataan dan memberikan motivasi kepada seluruh pengusaha agar pemahaman lebih meningkat dalam budidaya buah merah dan kopi. “Saya yakin melalui motivasi dan pemahaman suatu saat masyakat Deiyai akan unggul dalam kedua bidang ini,” tandasnya. (Jubi/Ones Madai)

Ones Madai, JUBI