Petani Buah Merah Bisa Meraup 60 Juta Rupiah Per Hektar

Kini penghasilan para petani buah merah di Provinsi Papua dapat mencapai 60 juta rupiah per tahun per hektar. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Papua Samuel Siriwa.

“Tahun ini luas tanam buah merah mencapai 265 hektare (ha) dari sebelumnya hanya 40 hektare. Ke depan diharap terus meningkat karena petani diuntungkan,” katanya di Jayapura dikutip dari situs berita okezone.

Perekonomian para petani buah merah di Papua mulai terangkat seiiring mulai meningkatnya kembali permintaan buah merah dari berbagai daerah di tanah air.

buah merah

Respons masyarakat yang begitu tinggi terhadap program penanaman buah merah, menurutnya, tidak lepas dari kebijakan Gubernur Papua Lukas Enembe yang menambah alokasi anggaran untuk bidang perekonomian rakyat dari sebelumnya 5 persen menjadi 20 persen.

“Dengan kebijakan itu SKPD yang bergerak di bidang ekonomi secara otomatis plafon anggarannya naik dan program yang dibuat mengarah kepada penggerakan perekonomian di akar rumput, salah satunya adalah pencanangan penanaman buah merah,” ucapnya.

Pada 2014, Pemerintah Provinsi Papua mengembangkan penanaman buah merah seluas 40 hektare (ha) ditambah dengan penyediaan bibit, termasuk bantuan mesin pengolahan buah merah menjadi minyak, di lima kabupaten, yakni Jayapura, Yahukimo, Tolikara, Kelila Mamberamo Tengah, dan Puncak Jaya. Khusus tahun 2015, dikembangkan penanaman buah merah pada 225 hektare lahan di Kabupaten Yalimo, Pegunungan Bintang, Nduga, Keerom, dan Kota Jayapura.

Sandhy Buah Merah @ 04.41, Sumber
Tagged @ berita buah merah

Gubernur Deklarasikan Wajib Tanam Buah Merah Sebagai Komoditas Unggulan

Ditulis oleh Thoding/Papos

JAYAPURA [PAPOS] – Gubernur Papua Lukas Enembe,SIP.MH mendeklarasikan gerakan wajib tanam buah merah sebagai komoditas unggulan unggulan provinsi Papua, dan menginstruksikan kepada Bupati/Walikota menanam buah merah.

Gerakan menanam buah merah bagi seluruh masyarakat Papua dalam rangka meningkatkan perekonomian daerah serta membuka lapangan kerja bagi masyarakat yang belum memiliki pekerjaan.

Deklarasi oleh Gubernur Papua dilakukan disela-sela acara 1 tahun gerakan bangkit mandiri dan sejahtera bersama Gubernur dan Wakil Gubernur Lukas Enembe,SIP,MH – Klemen Tinal,SE,MM, bertempat di Sasana Krida Kantor Gubernur Dok II Jayapura, Senin (7/4) kemarin.

Menurut Lukas Enembe, deklarasi ini merupakan sebuah perenungan selama satu tahun. Karena dirinya menilai tak ada cara lain lagi untuk dapat memberdayakan orang Papua.

“Karena itu, saya mau mendeklarasikan gerakan tanam buah merah. sehingga orang Papua wajib untuk menanam buah merah. Kalau saya suruh orang Papua tanam kelapa sawit, dia tidak punya kemampuan karena dari nenek moyangnya tidak pernah menanam tanaman ini. Itulah sebabnya yang terbaik bagi orang Papua adalah harus tanam buah merah karena apa yang dihasilkan kelapa sawit sama dengan buah merah (nilai investasinya),”jelasnya.

Masih menurut Gubernur, pihaknya sudah mendengar dari semua pihak baik para ahli maupun masyarakat bahwa ternyata buah merah kedepan dapat menjadi primadona dan produk unggulan Papua selain tanaman kopi dan kakao.

Oleh karenanya, tahun depan Pemerintah Provinsi akan menggunakan pola PIR (Perkebunan Inti Rakyat) dengan mengajak masyarakat yang tidak memiliki pekerjaan untuk diarahkan menanam buah merah di seluruh kabupaten kota.

“Jadi ini penting karena ternyata Burung Cenderawasih punya makanan utama adalah buah merah. Itu makanan pokoknya, sehingga kalau ada lagu yang menyatakan “surga kecil jatuh ke bumi” itu juga ada benarnya.

Dalam artian Burung Cenderawasih dan Buah Merah merupakan “suami istri”, sehingga Burung Cenderawasih disebut burung surga sementara buah merah disebut buah surga. Burung surga menjadi cantik dan elok karena makan makanan surga”. “Karena itu, saya deklarasikan bahwa buah merah merupakan buah surga.

Sebab kedepan kita juga sudah sepakat agar produk unggulan ini akan mencukupi kebutuhan vitamin A di Indonesia,” tuturnya. Pada kesempatan itu Gubernur menyerukan kepada seluruh Bupati di Papua untuk ikut menanam buah merah dimasing-masing wilayahnya. Sebab buah tersebut bakal dijadikan jus guna dipatenkan sebagai minuman PON 2020.[tho]

Terakhir diperbarui pada Selasa, 08 April 2014 01:08