Info

Gubernur Papua: Buah Merah adalah Buah Surga

Posted On April 7, 2014 at 12:43 am by / No Comments

Jayapura, 7/4 (Jubi)i – Gubernur Provinsi Papua Lukas Enembe mengatakan, buah merah yang memiliki nama ilmiah Pandanus Conoideus Lam adalah buah surga. Sebab buah ini terbukti memiliki banyak manfaat mengobati berbagai penyakit dan bernilai ekonomis tinggi.

Untuk itu, sudah seharusnya seluruh masyarakat menanamnya. Hari ini saya deklarsikan, buah merah sebagai buah surga. Itulah sebabnya saya pikir sebagai orang Papua wajib untuk menanam buah merah itu setelah perenungan selama satu tahun karena tidak ada cara lain untuk saya berdayakan orang Papua,” kata Lukas kepada wartawan, di Kota Jayapura, Papua, Senin (7/4).

Jika orang Papua diminta untuk menanam kelapa sawit, kata Lukas, tentu tidak memiliki kemampuan khusus karena dari nenek moyangnya tidak pernah menanam tamanan ini. Meskipun nilai investasinya sangat besar

Untuk itu, lanjut Lukas, cara terbaik bagi orang Papua adalah dengan menanam buah merah karena apa yang dihasilkan kelapa sawit sama dengan apa yang dihasilkan buah tradisional asal Papua itu.

“Kalau saya suruh orang Papua tanam kelapa sawit, dia tidak punya kemampuan karena dari nenek moyangnya tidak pernah menanam tanaman ini. Itulah sebabnya yang terbaik bagi orang Papua adalah harus tanah buah merah karena apa yang dihasilkan kelapa sawit sama dengan buah merah,” ujarnya.

Menurut informasi yang didapat dari para ahli yang sudah melakukan penelitian maupun masyarakat, buah merah memiliki keunggulan yang sangat luar biasa, bahkan bisa menjadi produk unggulan Papua selain kopi dan kakao yang sudah terkenal hingga ke Eropa.

“Apa yang dihasilakan buah merah ini sangat luar biasa dan bisa menjadi produk unggulan kita di Papua selain tanaman kopi dan kakao. Buah merah akan jadi produk unggulan dan mungkin tahun depan akan kita pakai pola perkebunan inti rakyat,” tukasnya.

Dengan melihat keunggulan yang dimiliki buah merah, Gubernur berencana akan melibatkan masyarakat Papua yang tidak memiliki pekerjaan untuk menanam buah merah di seluruh kabupaten/kota di Papua.

“Saya temukan ternyata burung cenderawasih punya makanan utama adalah buah merah dan itu makanan pokoknya, sehingga ada lagu yang menyatakan “surga kecil jatuh ke bumi”. Dia juga turunkan buah surga. Suami istri yang dalam artian, burung cenderawasih disebut burung surga sementara buah merah disebut buah surga yang menjadi makanan burung cenderasih sehingga menjadi cantik dan elok,” jelasnya.

Ditambahkannya, pihaknya saat ini sudah sepakat produk buah merah akan cukupi kebutuhan vitamin A di Indonesia. Selain itu, jus buah merah akan dijadikan minuman utama pada PON 2020 yang akan diselenggarakan di Papua.

“Kita sudah sepakat untuk semua ini. Untuk itu, sosialisasi secara massal akan dilakukan guna mengajak seluruh masyarakat Papua untuk menanam tanaman buah merah di seluruh kabupaten/kota yang ada di Papua,” katanya.

Sekedar untuk diketahui, buah merah adalah sejenis buah tradisional dari Papua. Oleh masyarakat Wamena, Papua, buah ini disebut kuansu. Nama ilmiahnya Pandanus Conoideus Lam karena tanaman ini ermasuk tanaman keluarga pandan-pandanan dengan pohon menyerupai pandan.

Bagi masyarakat di Wamena, Papua, buah merah disajikan untuk makanan pada pesta adat bakar batu. Namun, banyak pula yang memanfaatkannya sebagai obat. Secara tradisional, buah merah dari zaman dahulu secara turun temurun sudah dikonsumsi karena berkhasiat banyak dalam menyembuhkan berbagai macam penyakit seperti mencegah penyakit mata, cacingan, kulit, dan meningkatkan stamina. (Jubi/Alex)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *