Hello world! Inilah BuahMerahWAMENA.com

Salam jumpa buat kita semua di blog ini.

Blog ini sengaja kami hadirkan dengan tujuan mempromosikan informasi yang edukatif tentang identitas sesungguhnya dari Minyak Tawy (bukan minyak buah merah), tentang hubungannya dengan Masyarakat Adat Papua, hubungannya dengan sains, dan hubungannya dengan kesehatan kita semua dan apa yang dapat kami lakukan untuk memastikan diri kita mendapatkan manfaat kesehatan daripadanya.

Ada banyak manfaat dari Minyak Tawy, baik untuk dikonsumsi untuk bagian dalam tubuh ataupun dapat digosok di luar tubuh (sebagai suplemen bagi organ dalam ataupun obat luar).

Kami sebagai pemilik hak ulayat dan hak intelektual dari Tawy sebagai sebuh makanan tradisional mendorong diri sebagai pemegang otoritas adat untuk hadir di sini menyampaikan berbagai informasi, membenarkan informasi yang keliru atau menyimpang dari fakta dan realitas dan menjadi penyedia Minya Tawy bagi kesembuhan dan kesehatan kita semua seantero muka Bumi.

Sebagaimana “tongkat Kinky Stick” dari China disebut sebagai tongkat Kesembuhan yang China telah sumbangkan untuk kemanusiaan dan kesehatan umat manusia, kini Minyak Tawy hadir sebagai “jamu kesehatan” yang disumangkan Papua untuk kemanusiaan dan sekalian umat manusia yang butuh sembuh dari berbagai sakit-penyakit yang berat maupun ringan. Silahkan baca di situs ini ataupun yang lainnya tentang apa yang dapat dilakukan Minya Tawy untuk kesehatan kita sekalian.

Sebuah berkat Sang Pencipta yang tersembunyi begitu lama, tetapi kini terkuat rahasia bagi kita. Tinggal kita harus mensyukuri dan memanfaatkannya bagi kesehatan kita sekalian, bukan dengan cara menginjak-injak nilai-nilai budaya dan hubungan orang Papua dengan “buah merah”-nya, tetapi dengan menghargai dan melindungi itu dan selanjutnya menerima manfaat dari kearifan lokal ini.

Dalam tulisan pertama ini, kami patut mengucapkan “Terimakasih sedalam-dalamnya dan setinggi-tingginya setulus-tulusnya kepada Bapak I Made Budi atas terobosan ilmiah yang telah dilakukannya sehingga memperkenalkan secara luas di kalangan masyarakat modern tentang ‘khasiat buah merah’ atau manfaatnya buat kesehatan manusia.

Sebelum Pak I Made Budi kami kenal ada beberapa mahasiswa pendahulu yang telah melakukan penelitian dan menulis skripsi tentang “Buah Merah” tetapi hasil penelitian mereka tidak pernah langsung dikaitkan dengan kesehatan manusia seperti terobosan yang dilakukan Pak Made.

Menyusul terobosan Pak Made, maka sudah banyak ilmuwan meneliti berbagai aspek dari “Minyak Tawy” (atau dalam bahasa Lani disebut Tawy Wanggene) itu sendiri. Berbagai kesimpulan memberikan dukungan penuh kepada kesimpulan awal yang diambil oleh I Made Budi, bahwa manfaat untuk kesehatan manusia begitu banyak.

Kami undang kita sekalian terus mengikuti artikel-artikel berikut menelusuri “Tawy” dari sisi Adat atau Sosio-Budaya, dari sisi Ilmu Pengetahuan (Sains) dalam kaitannya dengan kesehatan manusia dan dari sisi Bisnis.

 

Salam hormat kami.

 

BuahMerahWAMENA.com

 

Gubernur Deklarasikan Wajib Tanam Buah Merah Sebagai Komoditas Unggulan

Ditulis oleh Thoding/Papos

JAYAPURA [PAPOS] – Gubernur Papua Lukas Enembe,SIP.MH mendeklarasikan gerakan wajib tanam buah merah sebagai komoditas unggulan unggulan provinsi Papua, dan menginstruksikan kepada Bupati/Walikota menanam buah merah.

Gerakan menanam buah merah bagi seluruh masyarakat Papua dalam rangka meningkatkan perekonomian daerah serta membuka lapangan kerja bagi masyarakat yang belum memiliki pekerjaan.

Deklarasi oleh Gubernur Papua dilakukan disela-sela acara 1 tahun gerakan bangkit mandiri dan sejahtera bersama Gubernur dan Wakil Gubernur Lukas Enembe,SIP,MH – Klemen Tinal,SE,MM, bertempat di Sasana Krida Kantor Gubernur Dok II Jayapura, Senin (7/4) kemarin.

Menurut Lukas Enembe, deklarasi ini merupakan sebuah perenungan selama satu tahun. Karena dirinya menilai tak ada cara lain lagi untuk dapat memberdayakan orang Papua.

“Karena itu, saya mau mendeklarasikan gerakan tanam buah merah. sehingga orang Papua wajib untuk menanam buah merah. Kalau saya suruh orang Papua tanam kelapa sawit, dia tidak punya kemampuan karena dari nenek moyangnya tidak pernah menanam tanaman ini. Itulah sebabnya yang terbaik bagi orang Papua adalah harus tanam buah merah karena apa yang dihasilkan kelapa sawit sama dengan buah merah (nilai investasinya),”jelasnya.

Masih menurut Gubernur, pihaknya sudah mendengar dari semua pihak baik para ahli maupun masyarakat bahwa ternyata buah merah kedepan dapat menjadi primadona dan produk unggulan Papua selain tanaman kopi dan kakao.

Oleh karenanya, tahun depan Pemerintah Provinsi akan menggunakan pola PIR (Perkebunan Inti Rakyat) dengan mengajak masyarakat yang tidak memiliki pekerjaan untuk diarahkan menanam buah merah di seluruh kabupaten kota.

“Jadi ini penting karena ternyata Burung Cenderawasih punya makanan utama adalah buah merah. Itu makanan pokoknya, sehingga kalau ada lagu yang menyatakan “surga kecil jatuh ke bumi” itu juga ada benarnya.

Dalam artian Burung Cenderawasih dan Buah Merah merupakan “suami istri”, sehingga Burung Cenderawasih disebut burung surga sementara buah merah disebut buah surga. Burung surga menjadi cantik dan elok karena makan makanan surga”. “Karena itu, saya deklarasikan bahwa buah merah merupakan buah surga.

Sebab kedepan kita juga sudah sepakat agar produk unggulan ini akan mencukupi kebutuhan vitamin A di Indonesia,” tuturnya. Pada kesempatan itu Gubernur menyerukan kepada seluruh Bupati di Papua untuk ikut menanam buah merah dimasing-masing wilayahnya. Sebab buah tersebut bakal dijadikan jus guna dipatenkan sebagai minuman PON 2020.[tho]

Terakhir diperbarui pada Selasa, 08 April 2014 01:08